Pemeruntah juga ikut andil

Lihat postingan ini di Instagram

Assalamualaikum sahabat media sosial ada banyak lho langkah pemetintah dalam meningkatkan moderasi beragama, Pertama, menyelesaikan review 155 buku pelajaran agama Islam untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama para siswa, penguatan pendidikan karakter, dan pendidikan anti korupsi. Buku-buku tersebut akan mulai digunakan pada tahun ajaran 2020/2021. "Kedua, pembelajaran tentang khilafah yang dulunya menekankan aspek fikih, ke depan akan lebih menitikberatkan pada kajian sejarah sehingga diharapkan lebih kontekstual," kata Fachrul kepada Republika.co.id di Jakarta, Selasa (18/2). Dia menyampaikan, upaya ketiga, menggelar diklat 160 instruktur moderasi beragama. Mereka terdiri dari 60 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan 100 Ketua Dema/BEM PTKI. Keempat, menerbitkan 12 buku pendidikan agama Islam berperspektif moderasi beragama. Serta pedoman implementasi moderasi beragama di bidang pendidikan Islam. Kelima, pendirian rumah moderasi beragama di sejumlah PTKI. Di antaranya di UIN Bandung, IAIN Pekalongan, UIN Walisongo Semarang, STAIN Kepulauan Riau, dan IAIN Bengkulu. Keenam, menjadikan materi penguatan moderasi dalam kurikulum program kediklatan. Termasuk pada diklat teknis tenaga administrasi, diklat teknis substantif, dan penyuluhan agama serta bimbingan perkawinan yang dilakukan sampai pada tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan. "Ketujuh, kick off program pencegahan radikalisme bagi pendidikan dan tenaga kependidikan (guru, kepala madrasah, TU madrasah, dan pengawas madrasah) bekerjasama dengan Setara Institute. semoga bermanfaat yah teman semua, dan jangan lupa perbedaan itu tidak menjadikan kita tidak bersosialisasi😊 #kkldriainpadangsidimpuan2020 #kkliainpadangsidimpuan #kkl_dr_iainpsptahun2020 #kkl_dr2020_iainpadangsidimpuan

Sebuah kiriman dibagikan oleh Martondi Al_muharrik (@martondialmuharrik) pada

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tebar kebaikan Sesama Manusia

Mari membiasakan kebiasaan baik